Semua orang pasti bersedih ketika tidak ada lagi orang tua yang menemani. Suara canda tawa yang awalnya kita dengar di rumah, suara bentakan ayah dan ibu yang memarahi anak-anaknya, kini pun hilang. Tanpa kita sadari, ternyata kita merindukan suara itu. Kedengarannya sedikit curhat, namun sebenarnya ada hal yang beberapa ingin disampaikan anaknya, tetapi orang bersangkutan tidak ada lagi. Bersyukurlah kalian yang masih memiliki Ayah atau Ibu, bahkan yang masih memiliki keduanya. Ada pepatah yang mengatakan, memang benar penyesalan selalu datang di belakang.
Kalian nanti tahu rasanya ketika orang itu sudah tidak ada. Berubahlah ketika kalian tidak ingin menyesal. Ada seseorang yang ingin kembali di masa kecilnya, namun nyatanya hal itu tidak bisa terulang. Bahagiakan selagi ada, bukannya memerintah, namun pengalaman yang telah dilewati oleh seseorang lebih tahu bagaimana rasanya ketika orang yang paling berharga di hidup kalian sudah tidak ada. Ibaratnya, nyawa kalian hilang separuh, ketika kabar itu kalian dengar. Bayangkan jika orang yang disayangi pergi di hadapan, di depan mata kalian.
Hanya kenangan yang tersisa, di masa muda kalian selagi kalian mampu, tolong hargai. Orang tua tetaplah orang tua, jangan sekalipun pernah membandingkan. Bersyukur atas apa yang masih Tuhan titipkan, dan cobalah merubah diri menjadi pribadi yang lebih berbakti dan sadar atas kesalahan yang telah diperbuat. Masih banyak perjalanan kalian selagi orang kalian sayangi masih ada. Lakukanlah amanah yang dititipkan kepada kalian dengan bersungguh-sungguh.

Komentar
Posting Komentar